Top Ad 728x90

HEADLINE NEWS

Jumat, 10 Juli 2026

Polres Bojonegoro Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Ngambon

by
BOJONEGORO,LENSAMEDIA19.COM – Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur kembali menunjukan aksi kepeduliannya terhadap warga masyarakat yang terdampak kemarau hingga kesulitan mendapatka air bersih.

Kali ini melalui Polsek Ngambon, Polres Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih lebih kurang 16.000 liter air bersih kepada warga Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/7/2026).

Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di RT 03, RT 04, dan RT 05 Desa Nglampin yang mengalami penurunan ketersediaan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi melalui Kapolsek Ngambon AKP M. Tohir mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

"Menindaklanjuti arahan dari Bapak Kapolres Bojonegoro, kami salurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban warga yang mengalami kesulitan air bersih," ujar AKP Tohir, Jumat (10/7/2026).

Kapolsek Ngambon mengatakan Polsek Ngambon akan berusaha untuk terus melaksanakan penyaluran air bersih secara rutin sesuai dengan kebutuhan warga, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat.

Salah seorang penerima bantuan, Hartati, menyampaikan terima kasih kepada Polres Bojonegoro dan Polsek Ngambon atas kepedulian dan bantuan air bersih yang diberikan kepada warga. 

Ia mengatakan bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan Bapak Kapolsek Ngambon beserta seluruh anggotanya yang telah peduli kepada warga. Bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama di tengah musim kemarau seperti sekarang," kata Hartati. (*)

Polres Lumajang Amankan Tiga Tersangka Pencuri Sapi

by
LUMAJANG,LENSAMEDIA19.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polres Lumajang menangkap tiga anggota komplotan pencurian hewan ternak yang selama ini meresahkan warga. 

Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial H (23), AR (27), dan AG (23), ketiganya warga Kabupaten Lumajang.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP M Ari Nuzul Aulia, mengatakan ketiga tersangka tersebut diduga terlibat dalam pencurian seekor sapi milik warga di Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, pada Selasa, 26 Mei 2026 bulan lalu.

"Ketiga tersangka berhasil kami amankan setelah kami lakukan serangkaian penyelidikan," ujar AKP Ari, Jumat (10/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan, 3 tersangka ini berperan membantu aksi pencurian ternak yang sebelumnya direncanakan oleh pelaku utama berinisial BK  yang saat ini masih dalam pengejaran.

AKP Ari menjelaskan, para pelaku masuk ke kandang melalui pintu belakang yang hanya ditutup bambu. 

Setelah berada di dalam, mereka melepaskan tali pengikat sapi yang terhubung dengan palungan sebelum menggiring hewan tersebut keluar kandang.

"Sapi kemudian dibawa melalui jalur belakang kandang yang melewati lahan tebu untuk menghindari perhatian warga," ujarnya.

Menurut AKP Ari, pengungkapan kasus tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan seorang penadah sapi curian berinisial AW yang lebih dahulu diamankan Polisi.

"Dari hasil pengembangan, kami berhasil mengidentifikasi para pelaku lapangan. Saat ini kami masih memburu BK yang diduga menjadi otak sekaligus eksekutor utama pencurian," kata AKP Ari.

Ia mengungkapkan, saat petugas melakukan penggeledahan di rumah BK, Polisi menemukan sepucuk senjata api rakitan.

"Di rumah BK kami menemukan senjata api rakitan. Pelaku berhasil kabur dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya.

Hasil penyidikan menunjukkan komplotan tersebut baru diketahui beraksi di satu lokasi kejadian, yakni di Kecamatan Randuagung.

Dalam perkara ini, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa seekor sapi betina blasteran milik korban yang berhasil diamankan kembali, serta satu unit mobil Mitsubishi L-300 yang digunakan penadah untuk mengangkut sapi hasil curian.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. (*)

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol

by
SEMARANG,LENSAMEDIA19.COM– Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai lahirnya 282 calon perwira remaja Polri, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan kesempatan yang setara.

Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).

Perjalanan Adnan menuju Akpol bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri pada 2023. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi.

Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.

Adnan juga mengakui sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya. Namun, semangat dan motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi menjadi titik balik yang menguatkan kepercayaan dirinya.

Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat As SDM Kapolri memberikan pesan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tua.

“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, dukungan tersebut menjadi penyemangat yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri.

Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

by
SEMARANG,LENSAMEDIA19.COM– Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang, didampingi lima orang pendamping, menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akpol, serta ratusan taruna Akpol.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di hadapan para taruna Akpol. Momentum tersebut menjadi teladan bahwa seorang anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dalam arahannya, Wakapolri mengajak para taruna menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri.

“Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Penerima santunan berasal dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor beserta tiga orang pendamping serta Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang beserta dua orang pendamping, dengan total 80 penerima santunan dan lima orang pendamping.

Melalui kegiatan Jumat Berkah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi penerus Polri. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

by
SEMARANG,LENSAMEDIA19.COM– Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang, didampingi lima orang pendamping, menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akpol, serta ratusan taruna Akpol.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di hadapan para taruna Akpol. Momentum tersebut menjadi teladan bahwa seorang anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dalam arahannya, Wakapolri mengajak para taruna menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri.

“Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Penerima santunan berasal dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor beserta tiga orang pendamping serta Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang beserta dua orang pendamping, dengan total 80 penerima santunan dan lima orang pendamping.

Melalui kegiatan Jumat Berkah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi penerus Polri. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Rabu, 01 Juli 2026

Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Magetan Ganjar Personel Polres Piagam Penghargaan atas Pengabdian Menjaga Kamtibmas yg kondusif

by
MAGETAN, LENSAMEDIA19.COM – Semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Magetan di Alun-Alun Magetan, Selasa (1/7/2026). Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas sekaligus meneguhkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan oleh jajaran Polres Magetan bersama Forkopimda. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri sekaligus implementasi tema Hari Bhayangkara ke-80, bahwa kehadiran Polri tidak hanya melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selanjutnya, dilaksanakan upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung khidmat dengan Kapolres Magetan, AKBP Dr Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara diikuti lima kompi pasukan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN Polres Magetan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Banser, dan Saka Bhayangkara sebagai simbol kuatnya soliditas dan sinergitas dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Magetan.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres Magetan, disampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat atas dedikasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Berbagai tantangan selama satu tahun terakhir, mulai dari penanganan tanggap darurat, pengamanan aksi unjuk rasa, hingga keberhasilan Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir di garis terdepan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kapolres juga menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme. "Meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri adalah amanah yang harus kita jawab dengan transformasi kinerja, menjadikan hukum sebagai panglima yang berkeadilan, profesional, dan senantiasa berpijak pada pelindungan hak asasi manusia," ujar Kapolres saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur. Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, menjaga integritas, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa.

Usai upacara, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti M.Pd menyerahkan penghargaan kepada sejumlah personel Polres Magetan yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan capaian kinerja dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan tersebut diberikan kepada personel yang dinilai berhasil menunjukkan profesionalisme, inovasi, dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung penuh keakraban. Tasyakuran menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri, Forkopimda, TNI, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh mitra kerja yang selama ini bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Magetan.

Dalam acara tasyakuran tersebut juga diserahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Polres Magetan turut menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada korban kecelakaan lalu lintas sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi refleksi bahwa selama delapan dekade pengabdiannya, Polri terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat sesuai tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." (Humas)

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Kota Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat dan Perkuat Sinergi

by
MADIUN, LENSAMEDIA19.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Polres Madiun Kota berlangsung khidmat melalui upacara yang digelar di Mako Polres Madiun Kota, Rabu (01/06/2026).

Seluruh personel mengikuti rangkaian upacara sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., menegaskan bahwa momentum HUT Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap harapan dan kebutuhan masyarakat akan diupayakan untuk difasilitasi secara baik, profesional, dan bijaksana.

"Apapun yang diinginkan masyarakat tentunya akan kami coba fasilitasi dengan baik dan bijak. Semua capaian ini juga tidak lepas dari soliditas, komunikasi, serta kerja sama yang sangat baik bersama Forkopimda Kota Madiun dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Kapolres juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang selama ini telah membangun sinergi bersama Polres Madiun Kota dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyampaikan ucapan selamat HUT Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri. Ia menilai Polri selama ini telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Madiun dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung jalannya roda pemerintahan.

"Selama ini Polri bersama Pemerintah Kota Madiun terus bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berlangsungnya pemerintahan di Kota Madiun. Sinergitas ini harus terus dipertahankan dan diperkuat," katanya.

Bagus menambahkan, sesuai arahan Presiden, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat melalui kehadiran langsung di tengah warga. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga nama baik institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Polres Madiun Kota menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh personel untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Kota Madiun yang aman, nyaman, dan kondusif.(hms).

Top Ad 728x90

Top Ad 728x90